Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Anderson Target Liga Champions

Written By Unknown on Jumat, 31 Januari 2014 | 17.29

Membawa Fiorentina bermain di Liga Champios menjadi target personal Anderson.


GOALOLEH   TAUFIK BAGUS

Pemain yang baru saja dipinjam dari Manchester, Anderson, ingin bisa mengantar tim barunya Fiorentina berlaga di Liga Champions musim depan.

Dengan perolehan poin yang ada sekarang ini, Anderson butuh kerja keras dan keberuntungan bersama Fiorentina untuk mendapatkan jatah tiket ke kompetisi antarklub terbaik Eropa.

"Saya sekarang menghadapi tantangan yang baru dan sudah waktunya berubah," kata Anderson, Jumat (31/1).

"Saya tak punya posisi favorit. Saya datang ke sini untuk membantu pemain, tim dan pelatih. Saya akan melakukan yang terbaik."

"Saya melihat Fiorentina gagal ke Liga Champions musim lalu hanya karena terpaut dua angka, jadi tahun ini saya ingin membantu klub bermain di Liga Champions," tandasnya.

Fiorentina sejauh ini baru menduduki peringkat lima klasemen sementara Serie A Italia.



17.29 | 0 komentar | Read More

Sunderland Pinjamkam Alfred N'Diaye Ke Real Betis

N'Diaye bermain untuk Betis di sisa musim ini.


GOALOLEH   TAUFIK BAGUS

Sunderland memutuskan menerima permohonan Real Betis untuk bisa menggaet Alfred N'Diaye.

Gelandang asal Senegal itu akan bermain di klub La Liga Spanyol itu hingga akhir musim ini dengan status pemain pinjaman.

Sunderland memutuskan melepas N'Diaye untuk memberikannya kesempatan bermain lebih banyak, hal yang tak didapatkannya bersama klub Liga Primer Inggris itu di musim ini.

Sebelumnya N'Diaye juga sempat dipinjamkan ke klub Turki Eskisehispor dan tampil di 16 laga dan mencetak tiga gol.



17.29 | 0 komentar | Read More

Hugo Lloris Kecewa Performa Tottenham

Kekalahan 5-1 dari Manchester City membuat Lloris frustrasi.


GOALOLEH   TAUFIK BAGUS

Hugo Lloris menyampaikan rasa kecewanya melihat performa Tottenham saat dipermak Manchester City 5-1 kemarin lusa.

Kiper asal Prancis itu menilai kekalahan seperti itu tak seharusnya dialami Tottenham.

"Kami tak bisa kalah seperti itu dan kami harus berbuat lebih, tapi kami harus terus berusaha karena masih banyak pertandingan yang akan dilangsungkan antara saat ini dan akhir musim," kata Lloris, Jumat (31/1).

"Kami kalah 5-1 di sini dan 6-0 saat laga away, jadi ada perbedaan di antara kedua tim. Saya tak yakin dengan perbedaan besar ini karena kami punya kualitas, tapi ketika Anda memainkan laga besar seperti ini, harusnya laga ini penting untuk semuanya dan kami tak memberikan respon yang bagus."

"Tak ada caranya menggambarkan kekecewaan kami. Tak ada yang bisa kami katakan lagi setelah menjalani laga seperti itu," tandasnya.



17.29 | 0 komentar | Read More

SPESIAL: Lima Momen Kontroversial Juventus - FC Internazionale

Goal Indonesia menghadirkan lima momen kontroversial yang membuat duel Derby d'Italia semakin panas.


GOALOLEH   AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Laga panas Derby d'Italia kembali tersaji pada giornata 22 Liga Italia Serie A 2013/14, Senin (3/2) dini hari WIB. Meski performa kedua kubu kini saling bertolak belakang, jangan harap ketimpangan bakal terjadi dalam duel yang bakal digelar di Juventus Stadium itu. Seru, ketat, panas, dan kontroversial pantas jadi gambaran laga klasik Juve - Inter.

Coba menelaah kalimat terakhir, kata "kontroversial" tampaknya jadi kata paling layak untuk kita sematkan menyambut duel klub yang sama-sama terletak di sebelah barat laut Italia ini. Bagaimana tidak, ada banyak kejadian sepanjang sejarah pertemuan kedua tim yang bisa membawa kita ke aspek lain di luar ranah olahraga.

Dimulai dari gol-gol kontroversial yang terjadi di beberapa laga, kisruh transfer pemain, hingga kasus CalciopoliTak heran, segala kontroversi yang tersaji dalam pertandingan ini sering jadi bahan adu debat politik antar partai oposisi yang berasal dari Turin kontra kelompok politik wilayah Milan dan sekitarnya.

Berdasar segelintir fakta itulah, untuk menyambut Derby d'Italia Goal Indonesia coba menghadirkan lima momen kontroversial yang membuat atmosfer laga semakin panas. Mari simak ulasannya!

1. DERBY D'ITALIA 1960/61

Bentrok Juve - Inter di giornata 28 Serie A 1960/61, disebut-sebut sebagai awal mula permusuhan nyata kedua kubu. Inter yang bertandang ke Turin kala itu hanya terpaut empat poin saja dari Juve yang jadi pemuncak klasemen. Kemenangan bagi I Nerazurri tentu bakal membuat persaingan scudetto semakin krusial.

Tak pelak, antusiasme melanda publik Italia hingga mereka berbondong-bondong datang ke Stadion. Sayang, stadion Juve yang kala itu hanya berkapasitas lima ribu orang, tak mampu menampung kelebihan tifosi yang hadir. Imbasnya, para tifosi memenuhi venue pertandingan dalam arti sebenarnya! Ya, selain merembes hingga ke pinggir lapangan, beberapa dari mereka bahkan duduk di bench pemain.

Melihat situasi yang tak kondusif, FIGC lantas memberikan kemenangan gratis untuk Inter. Namun kubu tuan rumah tak menerima keputusan tersebut begitu saja. Mereka kemudian mengajukan banding, hingga otoritas tertinggi sepakbola Italia itu memutuskan untuk mengadakan pertandingan ulang pada 10 Juni 1961. 

Satu keputusan kontroversial, mengingat ketua FIGC saat itu adalah Umberto Agnelli, yang juga menjabat sebagai presiden Juve. Inter ngambek, presiden klub Angelo Morratti dan pelatih Helenio Herrera pun memutuskan untuk menurunkan para pemain junior di laga ulangan tersebut. Alhasil, Juve melumat Inter dengan skor telak 9-1, di mana Omar Sivori mencetak enam gol.

Bisa ditebak, Juve akhirnya keluar sebagai peraih scudetto. Inter kemudian melakukan pembalasan dua musim berikutnya. Mereka mengalahkan Juve di kandang maupun tandang, dan merebut gelar scudetto.

Berselang lama namun kontroversi terus berlanjut, tepatnya pada giornata 31 Serie A 1997/98. Hingga giornata 30, Inter secara meyakinkan terus menempel ketat Juve yang jadi pemuncak klasemen, dengan berjarak satu poin saja. Tak heran, jika Derby d'Italia pada pekan ke-31 ini jadi penentu perebutan gelar juara.

Duel yang berlangsung di stadion Delle Alpi itu berlangsung seru nan ketat. Beberapa peluang emas mampu dihasilkan oleh bintang kedua tim saat itu, yakni Alessandro Del Piero dari Juve dan Ronaldo Luiz Nazario de Lima di kubu Inter.

Sial bagi Inter, petaka mendatangi mereka di menit keenam. Ronaldo yang melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti tuan rumah, secara brutal ditubruk bek Juve, Mark Iuliano, sesaat sebelum melepaskan tembakan. Pelanggaran?! Tidak! Wasit kala itu, Piero Ceccarini, tak menggubris protes para punggawa La Beneamata. 

Setengah jam kemudian, Ceccarini malah memberikan penalti untuk La Fidanzata d'Italia setelah Taribo West melakukan pelanggaran pada Del Piero. King Alex sukses mengeksekusinya, Juve akhirnya menang 1-0 dan akhirnya keluar sebagai kampiun Serie A di akhir musim.

Belakangan, Ceccarini menyesali keputusannya. "Saya melihat pertandingan ulang melalui video sehari setelahnya. Saya akui bahwa saya telah membuat kesalahan," aku Ceccarini seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

"Bagaimana pun saya seharusnya menghadiahi Inter tendangan penalti. Saya tak ingin bersikap arogan, tapi hal itu jadi noda dalam karier saya. Saya terus membiarkan pertandingan berlangsung dan 30 menit kemudian saya menghadiahi Juventus sebuah penalti," sesal pria 60 tahun tersebut.

Tragedi Calciopoli 2006, jadi puncak kebencian anatar kedua tim sekaligus para tifosi mereka. Bagaimana tidak, FIGC memutuskan untuk mencabut dua scudetto Juve di musim 2004/05 dan 2005/06 akibat pengaturan skor. Parahnya, scudetto musim 2004/05 secara cuma-cuma diberikan otoritas tertinggi sepakbola Italia itu untuk Inter.

Juve jelas amat marah dengan keputusan itu. Mereka merasa perjuangan selama 38 gionarta dalam satu musim, hanyalah untuk satu klub bernama Inter.

Skandal mulai terkuak tatkala penyelidikan jaksa pada sebuah agensi terkenal Italia, yakni GEA World. Dalam penelusurannya, sang jaksa menemukan percakapan telepon yang dilakukan dua petinggi La Vecchia Signora, yakni Luciano Moggi dan Antonio Giraudo, dengan beberapa pejabat Negeri Pizza terkait penunjukan wasit.

Hal itu semakin diperparah saat gelandang Inter kala itu, Luis Figo, memergoki Moggi berada di ruang wasit pada jeda babak Inter kontra Juve di giornata 25 Serie A 2005/06.

Pada akhirnya FIGC menghukum beberapa klub, Juve jadi yang terberat. Selain pencabutan dua scudetti, La Vecchia Omcidi juga harus turun ke Serie B untuk kali pertama. Selain itu, mereka juga dihukum pengurangan sembilan poin di awal musim.

Direktur olahraga klub, Luciano Moggi, yang jadi dalang utama dijatuhi hukuman seumur hidup tak boleh berkecimpung di dunia sepakbola Italia.

Kasus calciopoli masih terus berlanjut, karena beberapa waktu terakhir Juve mengajukan banding pada mahkamah tertinggi olahraga. Andrea Agnelli mengaku tak akan berhenti berjuang mengembalikan nama baik klub pimpinannya, sekaligus menguak kebenaran.

4. JUVENTUS - INTER 2009/10

Duel Juve - Inter di Olimpico Turin pada giornata 15 Serie A 2009/10, mungkin jadi laga terpanas di atas lapangan dalam arti sebenarnya. Jelang laga digelar, bus pemain Inter dilempari telur busuk dan benda-benda lainnya oleh para Juventini. 

Emosi yang campur aduk jelas dibawa para punggawa Si Ular kala tampil di atas lapangan. Hal itu terbukti, pertandingan kemudian diwarnai cekcok mulut dan fisik diantara punggawa kedua tim. Sorotan utama ada pada perselisihan Gianluigi Buffon dan Thiago Motta.

Wasit pertandingan saat itu, Massimiliano Saccani, sampai harus mengeluarkan tujuh kartu kuning dan sebuah kartu merah dalam laga keras ini.

Empat kartu kuning untuk empat punggawa tuan rumah, dan tiga untuk tim tamu. Kartu merah jadi hadiah 'khusus' untuk Felipe Melo dalam laga ini. Di lain pihak pelatih La Beneamata kala itu, Jose Mourinho, menerima usiran wasit karena protes kerasnya dan harus menyaksikan laga dari tribun penonton.

Duel klasik itu pun akhirnya berakhir untuk kemenangan tuan rumah, lewat skor tipis 2-1. Gogol-gol Juve dicetak oleh Giorgio Chielllini dan Claudio Marchisio. Sementara Inter membalas melalui striker anyar mereka di musim itu, Samuel Eto'o.

5. BARTER GAGAL VUCINIC - GUARIN

Ini dia kontroversi paling anyar sekaligus pemanas Derby d'Italia yang segera berlangsung, Senin (3/2) dini hari WIB. Apalagi kalau bukan rencana barter mengejutkan antara Juve dan Inter, yang meilbatkan Mirko Vucinic dengan gelandang kecintaan publik Giuseppe Meazza, Fredy Guarin.

Sebelum berita merebak, negosiasi kedua tim untuk pertukaran ini berlangsung lancar tanpa hambatan. Namun pasca terkuaknya kabar tersebut, Interisti langsung bereaksi. Mereka menolak keras kedatangan Vucinic dan kepergian Guarin.

"Kebijakan klub macam apa yang melemahkan skuat yang sudah terbatas untuk memperkuat rival? Guarin ke Juve tidak dapat diterima!

"Pemain muda dengan teknik tinggi untuk pemain tua? Semua ini membuat kami bingung..." demikian kutipan pesan para petinggi Curva Nord.

Manajemen La Beneamata kemudian bertindak, mereka lantas membatalkan rencana pertukaran itu di detik terakhir. Keputusan tersebut tentu membuat kubu Juventus dan Guarin berang.

Melalui beberapa petingginya, macam Beppe Marotta dan Andrea Agnelli, Si Nyonya Tua menyebut manajemen Inter tak tahu arti profesionalisme. Sementara Guarin, melalui agennya, mengaku jika dirinya seperti dipermainkan Inter, setelah sebelumnya ia digagalkan hijrah ke Chelsea.



17.29 | 0 komentar | Read More

DAFTAR CEDERA & SANKSI Serie A Italia 2013/14

Penggemar sepakbola, selalu ingin menuangkan fanatismenya ke dalam tulisan.


17.29 | 0 komentar | Read More

Tidak Ada Pelatnas Jangka Panjang Untuk Timnas U-23

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 17.29

Namun sistem promosi dan degradasi akan tetap dilakukan pelatih Aji Santoso.


GOALOLEH FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Tim nasional Indonesia U-23 yang pada era Rahmad Darmawan memberlakukan pelatnas jangka panjang, pada era di bawah kepelatihan Aji Santoso kali ini, pelatnas jangka panjang tidak lagi diberlakukan.

Hal itu sendiri dikarenakan waktu kompetisi Indonesia Super League (ISL) sejalan dengan waktu menuju Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, yang akan digelar pada bulan September.

Pelatihan sendiri akan digelar Aji setiap libur kompetisi dan hanya akan dilakukan selama maksimal delapan hari. Aji pun sudah pernah memaparkan bahwa hanya akan memanggil 28 nama untuk calon skuat timnas U-23, namun sistem promosi dan degradasi tetap akan diberlakukan.

"Yang bagus bertahan, yang tidak akan diganti dengan yang lain. Promosi-degradasi tetap ada," ujarnya.Aji sendiri berharap tidak banyak masalah yang mengganggu persiapan yang minim ini, seperti perubahan jadwal kompetisi yang bisa memecah persiapan Garuda Muda hadapi Asian Games 2014.

Sebenarnya pun, Indonesia memang sejauh ini tergolong satu dari sedikit negara yang harus melakukan pelatnas jangka panjang, dimana kebanyakan negara dengan sepakbola maju tidak menerapkan hal tersebut.



17.29 | 0 komentar | Read More

Marc Bartra Berharap Tembus Final Copa Del Rey

Bartra berterima kasih kepada fans yang datang ke stadion di tengah hujan.


GOALOLEH DEWI AGRENIAWATI


Bek Barcelona Marc Bartra berharap tampil bagus di partai semi-final dan sukses menembus final untuk merebut gelar Copa del Rey.

Blaugrana memastikan satu tempat di empat besar setelah melumat Levante dengan agregat 9-1 dan akan bertemu pemenang antara Real Sociedad dan Racing Santander.

"Mungkin ini cuaca bukan terbaik untuk laga sepakbola, tapi saya senang seperti biasanya," tuturnya.

"Kami main bagus secara bertahan dan menyerang. Meski kebobolan gol pertama, tim terus berjuang

"Hal terpenting adalah berusaha dan meningkatkan bola mati di sesi latihan," jelas Bartra mengenai rekor Barca kebobolan lewat bola mati.

"Kami harus main sangat bagus di semi-final. Kami berharap main bagus dan mencapai final."

Bartra juga berterima kasih kepada fans yang datang ke stadion meski Camp Nou dilanda hujan cukup deras.

"Kami harus berterima kasih kepada orang yang datang, tidak terlalu banyak tapi mereka benar-benar mendukung kami."



17.29 | 0 komentar | Read More

Andres Iniesta: Momen Sulit Akan Datang

Iniesta meminta Barca tetap bekerja keras meski terus meraih hasil positif sejak kalah dari Athletic Bilbao tahun lalu.


GOALOLEH DEWI AGRENIAWATI


Andres Iniesta mengajak Barcelona memanfaatkan performa impresif mereka setelah mengunci satu tiket di semi-final Copa del Rey berkat kemenangan agregat 9-2 dari Levante.

Blaugrana tak terkalahkan sejak takluk dari Athletic Bilbao di San Mames awal Desember tahun lalu dan saat ini bersama Atletico Madrid memuncaki klasemen La Liga.

Namun Iniesta, yang melakoni comeback setelah absen empat pekan, yakin timnya masih harus bekerja keras di pekan selanjutnya.

"Akan ada momen sulit," ujarnya kepada laman resmi klub.

"Kami harus mengambil keuntungan dari fakta kami main bagus. Bagian terberat - dan terbaik - musim ini belum datang."

Berkaca pada comeback-nya, Iniesta mengaku hanya tampil 45 menit setelah tercapai kesepakatan jelang laga dengan pelatih Gerardo Martino.

"Saya merasa baik, kesan saya adalah semua berjalan dengan baik. Kami sudah sepakat dengan pergantian. Saya merasa seperti sebelumnya, ini soal tambahan untuk tim."



17.29 | 0 komentar | Read More

Rafael Benitez: AS Roma Diuntungkan Jadwal

"Roma tidak lebih kuat dari Napoli, tapi ada perbedaan besar menyiapkan tim dalam dua atau enam hari," kata Benitez.


GOALOLEH DEWI AGRENIAWATI


Allenatore Napoli Rafael Benitez yakin AS Roma favorit dalam pertemuan kedua tim di semi-final Coppa Italia.

I Partenopei menyegel tempat di empat besar setelah gol telat Gonzalo Higuain mengamankan kemenangan 1-0 atas Lazio, Kamis (30/1) dini hari WIB, di San Paolo.

Namun, Benitez merasa timnya tidak diuntungkan ketika berjumpa skuat Rudi Garcia di dua leg berikut karena keikutsertaan mereka di Liga Europa.

"Roma sangat kuat dan memiliki keuntungan, karena mereka hanya perlu memainkan satu laga tiap pekan," ujarnya kepada reporter.

"Mereka tidak lebih kuat dari Napoli, tapi ada perbedaan besar menyiapkan tim dalam dua atau enam hari.

Benitez juga memuji penampilan pemain baru Jorginho dan yakin dia bisa menjadi bagian vital di tim.

"Jorginho memiliki laga bagus. Dia tipe pemain yang dapat membantu kami mengubah sikap selama pertandingan dan itu penting," tandas eks bos Chelsea dan Liverpool.



17.29 | 0 komentar | Read More

Agen: Tak Ada Peluang Marco Verratti Ke Italia

Kedatangan Cabaye diyakini tidak akan mengganggu Verratti di Paris.


GOALOLEH DEWI AGRENIAWATI


Agen penggawa Paris Saint-Germain Marco Verratti menutup kans kliennya kembali ke Italia.

Sang gelandang muda secara konsisten dikaitkan dengan peluang kembali ke negara kelahirannya sejak ditransfer dari Pescara ke PSG pada 2012.

Namun, meski Les Parisians merampungkan transfer Yohan Cabaye, peluang hengkang untuk Verratti dibantah agennya.

"Saya percaya kembali ke Italia hanya fantasi. Di Paris tidak ada klausul pembelian, tidak ada pemain memiliki itu dalam kontraknya," jelas Donato Di Compi.

"Marco juga dalam momen bagus di Prancis dan dalam performa bagus, dia salah satu idola di Parc des Princes.

"Kedatangan Cabaye tidak menghawatirkan kami, tapi lebih kepada pembelian yang bermanfaat, karena dalam beberapa laga terakhir Laurent Blanc harus mengadaptasi Javier Pastore ke peran itu," imbuh sang agen.

 "Tidak pernah ada peluang pindah ke Italia karena PSG percaya kepada pemain dan dia secara konsisten menoolak panggilan masuk sepanjang bulan ini.

"Piala Dunia? Saya percaya tak akan ada Piala Dunia tanpa Verratti, akan menjadi sebuah kebodohan karena dia mewakili Italia di Liga Champions dengan seragam PSG dan salah satu bintang Eropa."



17.29 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger