Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

FOKUS: Carlo Ancelotti & Youngster Real Madrid

Written By Unknown on Rabu, 02 April 2014 | 17.30

Carvajal, Illarra, Isco, Morata & Varane kesulitan memenuhi ekspektasi sementara satu-satunya yang berkirbar, Jese, berkutat dengan cedera.


GOALOLEH   BEN HAYWARD      PENYUSUN   GUNAWAN WIDYANTARA    

Menjadi pemain muda di skuat Real Madrid, bukan pekerjaan mudah. Meski demikian seperti yang dirancang pelatih Carlo Ancelotti, musim ini  El Real mencoba memadukan pengalaman dan pemain muda dengan dua strategi pengembangan jangka pendek dan panjang. Sejauh ini hasil yang didapat belum memuaskan.

Tiga bintang muda didatangkan musim panas lalu, Dani Carvajal, Asier Illarramendi dan Isco dengan harapan memberi kontribusi besar pada tim. Mereka masih muda dan asli Spanyol, sekaligus jadi tumpuan klub di masa depan bersama talenta lainnya seperti Alvaro Morata dan Jese plus polesan musim lalu Raphael Varane.

Ketika musim mendekati area krusial di La Liga dan Liga Champions plus partai puncak Copa del Rey pertengahan bulan ini, hanya satu pemain yang sanggup memenuhi ekspektasi yaitu Jese. Pada dua bulan pertama 2014, performa winger muda ini begitu menjanjikan hingga banyak pihak menjagokannya bakal menembus skuat tim nasional Spanyol untuk Piala Dunia musim panas nanti. Sayang bencana datang, mimpi indah tersebut hancur lebur ketika pemain berusia 21 mendapat cedera ligamen melawan Schalke 18 Maret lalu. Tamparan keras bagi klub dan si pemain sendiri.

"Jese tidak beruntung," komentar Ancelotti. "Real Madrid tidak beruntung. Kami kehilangan salah satu pemain penting - pemain muda yang bermain bagus dan mengejutkan semua orang."

Jese adalah berlian Los Vikingos di partai besar, dia mencetak gol di Clasico Oktober tahun lalu, pemain ini juga sanggup menjebol gawang Valencia, Athletic Bilbao dan Villarreal. Madrid jadi merindukan kehadiran Jese ketika menelan dua kekalahan beruntun melawan Barcelona dan Sevilla - apalagi Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale gagal menghadirkan inspirasi pada tim. Jese absen, opsi Madrid di bench menjadi terbatas.

Musim panas lalu Isco nyaris menolak bergabung ke Real Madrid karena khawatir menjadi penghangat bangku cadangan namun setelah mendapat garansi peran penting, Malaga ditinggalkannya. Masalah kemudian datang, Ancelotti mengubah formasi permainan menjadi 4-3-3. Bukan bertipe gelandang klasik atau penyerang murni, Isco harus memberi ruang bagi pemain lain dan nyaris tidak pernah terlihat nyaman di tengah lapangan.

"Selama satu bulan kami berbicara proses adaptasi Isco," kata Ancelotti baru-baru ini. "Kami belum bisa memainkannya di posisi natural." Pelatih Italia kemudian menambahkan: "Dahulu saya punya kasus sama. [Clarence] Seedorf adalah gelandang serang. Dengan pengorbanan dia bisa bermain di beberapa posisi berbeda. Isco bisa mengikuti jejak ini." Hasilnya? Belum sesuai harapan meski tanda-tanda itu ada.

Bagaimana dengan Illarramendi? Didatangkan dengan mahar nyaris menyentuh angka €40 juta, pemain yang musim lalu bermain di klub kota kecil Basque masih kesulitan beradaptasi dengan perhatian besar media dan kebesaran Madrid. Keletihan stress membatasi aksinya di awal musim dan perannya semakin berkurang sejak Xabi Alonso pulih dari cedera meskipun Sami Khedira ikut absen. Awal bulan lalu, Illarra harus meminta maaf karena melanggar aturan klub setelah tertangkap video mengenakan kostum Batman dan beraksi di depan banteng di sebuah festival.

"Kami punya aturan internal yang dirancang khusus untuk menjauhkan pemain bermain ski atau aktivitas berbahaya lainnya, tetapi saya tidak pernah tahu apakah itu berlaku juga untuk menghadapi banteng," kata Ancelotti. Tetapi ucapan ini sebenarnya jauh dari pikiran awal pelatih Italia terhadap pemain mudanya tersebut.

Carvajal juga menemui kesulitan di Bernabeu. Setelah satu tahun beraksi di Bundesliga bersama Bayer Leverkusen, bek kanan ini jatuh ke pelukan El Real dengan harapan selangit, sayangnya terlalu sering terlihat salah posisi ketika melawan Barcelona dan Sevilla. Sudah lama Alvaro Arbeloa dikritisi dan mungkin bagi beberapa pihak dinilai tidak cukup bagus untuk klub sebesar Madrid, tetapi kenyataan di atas lapangan berbicara lain, untuk sekarang Arbeloa masih jadi opsi paling baik - setidaknya hingga Carvajal bisa memperbaiki kekurangan dan meningkatkan level kedisiplinan. "Kami kehilangan Arbeloa," kata Ancelotti. "Kami kehilangan sikap, kepribadian dan profesionalisme di tengah lapangan dan di sesi latihan."

Awal bulan lalu madrid juga merindukan Varane - pemain yang digambarkan Jose Mourinho sebagai "pemain bertahan terbaik di dunia." Di bawah pelatih Portugal, sepanjang musim 2012/13 aksinya sangat akurat, tetapi pemain muda Prancis ini gagal mengulang performa sama karena mendapat masalah pada lutut. "Kita harus ingat, Varane baru saja pulih dari cedera," kata Ancelotti pada bulan Februari. "Dia butuh waktu untuk kembali ke performa terbaik," Tetapi setelah empat pekan berlalu, Madrid masih menunggu.

Bagaimana dengan Morata? Pemain ini mendapat tanggung jawab ekstra setelah Gonzalo Higuain hengkang ke Napoli. Kepergian striker Argentina membuat Karim Benzema berstatus satu-satunya penyerang senior di Bernabeu. Tidak ada pilihan lain bagi Madrid kecuali menaruh harapan segunung pada sang youngster. Tetapi apa yang terjadi? Hanya sebagian tenaga Morata dipergunakan dan gagal tampil impresif secara reguler dengan catatan lima gol dari 25 penampilan di semua kompetisi. Perselisihan dengan Ancelotti di bulan Januari terkait kesempatan bermain sama sekali tidak membantu dan pelatih Italia tak kunjung menaruh kepercayaan besar bagi sang pemain yang berpotensi meninggalkan klub musim panas nanti.

Setelah kehilangan Jese dan dipaksa mengakali skuat tipis, Ancelotti seharusnya bisa memanfaatkan bantuan para pemain muda yang punya bakat istimewa untuk membangkitkan Madid. Tetapi dengan sejumlah potensi krisis permainan apalagi taruhannya gelar juara, tipis kemungkinan baginya memberi kesempatan ekstra bagi mereka.

Bagaimana menurut Anda?

Ikuti Ben Hayward di


17.30 | 0 komentar | Read More

FOKUS: Hubungan Spesial Jose Mourinho & Zlatan Ibrahimovic

Mourinho dan striker Swedia itu pernah bekerja sama di Inter selama satu musim, tapi setelah berpisah mereka tetap saling menghargai satu sama lain.


GOALOLEH   MARK DOYLE     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA    

Perpisahan memang tidak mudah. Zlatan Ibrahimovic mengalaminya ketika ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Inter ke Barcelona pada 2009. Sebelum kepergiannya, sang striker bertemu empat mata dengan pelatih Jose Mourinho di hotel tim di California sehari setelah partai persahabatan pra-musim melawan Club America.

"Saya tahu ia marah dan kecewa," tulis Ibrahimovic di autobiografinya, 'I am Zlatan'. "Dia tidak ingin kehilangan saya, dan menempatkan saya di bangku cadangan untuk partai latih tanding tersebut, dan saya bisa merasakan: tak peduli betapa bahagianya saya bisa pergi ke Barca, tapi menyedihkan untuk meninggalkan Mourinho. Dia adalah orang spesial."

Mourinho, tentu saja, menyebut dirinya 'The Special One'. Namun Ibrahimovic dengan cepat menyimpulkan bahwa itu adalah julukan yang tepat. Memang, sang striker menyadari bahwa Mourinho tidak seperti pelatih lain bahkan sebelum mereka bertemu secara pribadi untuk pertama kalinya.

Saat musim panas 2008, pemain internasional Swedia itu membela negaranya di ajang Piala Eropa. Setelah negaranya bertemu dengan Spanyol di babak grup, ia menerima sebuah pesan singkat dari bos baru Inter itu.

"Saya mendapai banyak pesan sepanjang waktu," jelas Ibra. "Namun yang ini adalah dari Mourinho. 'Permainan bagus', tulisnya, dan kemudian ia memberi saya saran, dan bisa saya katakan, saya tercengang. Saya tidak pernah mendapati yang seperti itu sebelumnya. Sebuah pesan dari pelatih.

"Saya membalas dan mendapatkan pesan lainnya. Hal itu seperti, wow, Mourinho memperhatikan saya. Saya merasa dihargai."

Ibrahimovic tahu betul mengapa Mourinho mengirimnya pesan singkat tersebut ("Dia memperlakukan para pemain tidak seperti orang lain… Dia menginginkan loyalitas saya") namun hal itu tidak membuatnya kekurangan sanjungan dari pria Portugal itu.

Mourinho kemudian membangun hubungan yang kuat dengan setiap pemain di ruang ganti Inter dengan ia yang menginginkan detil di dalam dan luar lapangan. Mantan bos Porto itu tahu semuanya mengenai full-back lawan - namun ia juga tahu tentang keluarga para pemainnya.

"Saya menganggapnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah saya latih"

- Jose Mourinho


"Dia orang baik," tutur Ibra. "Pertama kali ia bertemu Helena [istri Ibra], dia berbisik ke dia: 'Helena, Anda hanya punya satu misi. Beri makan Zlatan, biarkan dia tidur, buat dia selalu senang!' Orang itu mengatakan apa pun yang ia mau. Saya menyukainya. Dia adalah pemimpin dari pasukannya. Namun ia juga perhatian.

"Dia merupakan kebalikan dari [Pep] Guardiola. Jika Mourinho bisa menghidupkan suasana, Guardiola justru tidak demikian. Saya menebak bahwa Guardiola mencoba untuk menyamainya.

Tentu saja, mustahil untuk membicarakan mengenai hubungan unik Ibrahimovic dengan Mourinho tanpa menghadirkan Guardiola. Mereka adalah dua pelatih yang tentu selamanya akan dikaitkan dengannya. Bahkan sebelum ia bertemu sosok Portugal tersebut, pria asli Malmo ini langsung punya prasangka mengenai penanganan manajemen mantan pelatih Barcelona itu.

Mourinho adalah orang yang ramah dan menuntut kesetiaan. Guardiola lebih ke dingin dan kurang ramah. Mourinho membuat Ibra merasa penting. Guardiola membuat Ibra merasa seperti dia 'berbeda'. Ibra sejatinya mencoba untuk mencatatkan namanya di Camp Nou, namun itu hanya permasalahan waktu sebelum sosok Zlatan yang sebenarnya muak.

Setelah merasa dirinya dikambinghitamkan atas tersingkirnya Barca dari semi-final Liga Champions di tangan Inter, Ibrahimovic akhirnya kesal terhadap Guardiola setelah sebuah parta liga di Villarreal.

"Saya berteriak, 'Anda bahkan tak mempunyai bola,' dan tentu yang lebih buruk dari itu, dan kemudian saya menambahkan, 'Kau buang hajat diri di depan Mourinho. Kau bisa pergi ke neraka!"

Tentu, cerita-cerita seperti ini memperkuat keyakinan bahwa Ibrahimovic hampir mustahil untuk ditangani. Namun, Mourinho menegaskan bahwa hal itu hanyalah omong kosong.

"Saya tidak mengerti ketika orang-orang berkata bahwa ia sulit untuk ditangani, atau memiliki kepribadian yang sulit," tegas bos Chelsea ini. "Sebuah kepribadian yang sulit [adalah] ketika Anda harus bekerja dengan orang-orang yang tidak ingin menang atau tidak ingin berkembang.

"Ketika Anda memiliki seseorang yang merupakan pemenang dan ingin menang sepanjang waktu dan ingin menjadi yang terbaik dan tidak takut dengan tanggung jawab besar, saya pikir dia sangat, sangat mudah untuk ditangani.

"Saya hanya melatihnya selama setahun, namun itu adalah sebuah tahun yang bagus, sebuah pengalaman yang bagus – saya menganggapnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah saya latih."


Fear Factor | Ibrahimovic menyebut Pep Guardiola takut terhadap Mourinho


Tepatnya, mengapa Mourinho memperingatkan pemainnya tentang ancaman dari bintang Paris Saint-Germain itu yang bisa mengubur mimpi Chelsea untuk menang di Liga Champions musim ini. Ibrahimovic sendiri telah memenangkan gelar liga di lima negara berbeda, namun dia tidak pernah mengangkat trofi bergengsi Eropa.

Selama percakapan terakhir di hotel tim sebelum pergi ke Barca, Mourinho bertanya pada Ibrahimovic, "Jadi, Anda akan pergi ke Barca untuk memenangkan [Liga] Champions, ha?... Namun kami lah yang akan membawanya pulang – jangan lupakan itu. Trofi itu akan jadi milik kita!"

Ibrahimovic tidak pernah melupakan kata-kata itu. Dan Mourinho tahu itu; dia sangat sadar bahwa mimpi bintang Swedia itu adalah untuk mengangkat gelar di pentas klub Eropa.

"Zlatan adalah seorang pemain spesial, yang telah memenangkan semua kejuaraan dan dia ingin memenangkan Liga Champions sekarang, yang akan membuatnya semakin berbahaya [dari biasanya]," aku Mourinho.

Namun, terlepas hasil antara Chelsea dan PSG di perempat-final nanti, tidak ada yang bisa mengubah Mourinho dan Ibrahimovic. Di konferensi pers sebelum laga, Ibra memuji Mourinho sebagaimana "Saya rela berkorban untuk sosok seperti dia."

Mereka selamat dari perpisahan sebelumnya, sebagaimana Mourinho baru-baru ini berkata, "Kami menjalin kontak. Kami berteman."

Seorang manajer spesial. Seorang pemain spesial. Sebuah hubungan istimewa.


17.29 | 0 komentar | Read More

ANALISIS: Bagaimana Strategi Paris Saint-Germain Meredam Chelsea

Eden Hazard menjadi sentral fokus yang bakal membuat anak-anak ibu kota Prancis bekerja ekstra.


GOALOLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Jawara Prancis Paris Saint-Germain bersiap menjamu raksasa Liga Primer Inggris dan sang jawara musim 2012, Chelsea, di leg pertama perempat-final Liga Champions, Rabu ini. Di atas kertas, laga ini dipandang pertandingan paling menarik di perempat-final karena menjanjikan atraksi kualitas para bintang di masing-masing tim di lapangan.

Pelatih PSG Laurent Blanc harus membuat sejumlah keputusan besar menjelang laga: dengan fullback utama fim, Gregory van der Wiel, belum cukup fit untuk kembali ke skuat.

Ambisi tuan rumah jelas, mengakhiri laga ini dengan posisi yang menguntungkan sebelum menghadapi leg kedua, sehingga sangat penting untuk menerapkan formula yang tepat di Parc des Princes.

Salah satu tantangan terbesar sekarang ini bagi PSG adalah memutuskan apakah bermain defensif atau sebaliknya akibat absennya pemain Belanda tersebut, atau mempertahankan pakem strategi menyerang seperti yang telah diperagakan tim dengan begitu baik pada edisi 2013/14 ini.

Peran vital Van der Wiel di sayap kanan telah menjadi salah satu elemen kunci dari permainan tim. Hal ini dibuktikan dengan empat assist dalam enam penampilannya di UCL sepanjang musim ini.

Absennya van der Wiel bisa memengaruhi daya serang tim


Mencetak gol pada laga tengah pekan ini barang tentu menjadi misi wajib bagi jawara Prancis, namun mengakhiri laga dengan clean sheet juga tak kalah penting sebelum bertolak ke London dalam leg kedua.

Christophe Jallet berpeluang besar melanjutkan perannya sebagai deputi dari cederanya van der Wiel, akan tetapi Blanc juga bisa memainkan opsi pemain yang lebih bertahan seperti youngster 19 tahun, Marquinhos.

Pemain internasional Brasil ini tak asing dengan peran bek kanan di mana dia sudah pernah menjajal sebelumnya. Meski tidak memiliki ancaman yang sama dalam menyerang seperti dua pemain yang dimiliki skuat Paris di posisi itu, Marquinhos namun menawarkan stabilitas dalam hal bertahan.

Kehadiran Marquinhos bisa menghapus peran ganda bagi Edinson Cavani yang kadang ditugasi untuk tampil lebih bertahan di sektor kanan. Di sisi lain, Jallet dikaruniai naluri menyerang yang bagus dan dia bisa mengeksploitasi ruang yang diciptakan Cavani dari hasil perduelan sang striker dengan bek kiri Chelsea Cesar Azpilicueta.

Mungkin aspek paling krusial bagi tuan rumah di laga nanti adalah siapa sosok paling tepat yang memiliki kapabilitas mumpuni dalam membelenggu gerak-gerik sang superstar Eden Hazard. Dengan dipastikan pemain internasional Belgia ini menempati pos winger kiri - posisi familiar ketika PSG menghadapi si pemain ketika membela Lille, Jallet dan Marquinhos bakal bekerja ekstra membatasi manuver Hazard.

Yang menarik dan mengejutkan, kemungkinan Blanc bakal menjajal berinovasi: menempatkan bek kiri Maxwell ke kanan, demi memungkinkan Lucas Digne menawarkan ancaman yang sama seperti van der Wiel dari sisi berlawanan.

Namun terlepas dari bahasan posisi bek kanan, Blanc tidak memiliki masalah berarti dalam skuatnya, yang sudah melalui lima hari penuh untuk pemulihan dari kemenangan terakhir yang mereka bukukan di laga Nice, 1-0, pada Jumat lalu, untuk bersiap mengintip kedatangan Chelsea.

Alex, kompatriot Thiago Silva yang juga mantan pemain Chelsea, hampir dipastikan menjadi partner eks pentolan AC Milan itu di jantung pertahanan, dengan asumsi Maxwell tidak dimainkan di sektor kanan alias dia bakal mengambil tempat dari Digne setelah diistirahatkan di laga Nice.

Oleh karena itu, ada kans jika PSG akan menyusun empat palang pintu rasa Brasil, meski pun Jallet opsi yang paling mungkin dan menarik untuk ditugasi mengisi pos tersebut.

Bergerak ke depan, Blanc sepertinya lebih memilih mengombinasikan trio Thiago Motta, Blaise Matuidi dan Marco Verratti untuk tampil sejak menit awal.

Memang sulit dimungkiri sang bos bisa tergoda untuk melibatkan Yohan Cabaye sejak awal, mengingat tingkat keakraban mantan pentolan Newcastle United ini dengan pasukan Mourinho, namun Blanc juga harus bijak dalam mengutak-atik siapa saja yang telah masuk dalam kategori kombinasi lini tengah unggulan sejauh ini.

Sulit dibantah, Chelsea memiliki unit lini tengah yang superior. Walau begitu, PSG bisa mengambil kepercayaan diri dari permainan menawan trio Motta-Matuidi-Verratti yang mampu merebut dan menguasai bola dengan luar biasa, bahkan terbilang sukses dalam mendikte tempo permainan, seperti gaya khas PSG di musim ini yang bermain dengan model penguasaan bola yang diperkenalkan si Larry White, julukan Blanc.

Bagaimana dengan tiga pemain tersisa di lini depan?

Zlatan Ibrahimovic dan Cavani, jika tidak mengalami cedera, dipastikan mengisi barisan serang tim dengan si bomber Swedia di tengah dan El Matador menyamping di sisi kanan. Pertanyaan terbesar adalah siapa yang kemudian akan melengkapi trisula ini di sebelah kiri?
 
Belakangan, Ezequiel Lavezzi berada dalam tren mencetak gol dan telah mampu mengklaim posisinya. Namun, kecepatan kilat ala Luas Moura, kontrol bola yang impresif dan mental kreatifnya bisa memuat dia menjadi paket kejutan untuk mendapatkan porsi bermain menyingkirkan pemain Argentina tersebut.

Jika dia memang bisa membuktikan nilai manfaat dia dalam skema serangan balik tim, winger Brasil ini berpeluang lebih mendapatkan anggukan dari Blanc. Sudah jelas, Blanc hampir dipastikan memilih formasi terkuat dari segala amunisi yang dimilikinya.

Di atas kertas, PSG sedikit lebih memperlihatkan ketangguhan dibanding Chelsea musim ini dan tentu saja mereka memiliki kualitas yang cukup untuk menghadirkan masalah bagi lini belakang klub London. Namun seperti dijelaskan di atas, titik lemah klub kota ada di pos bek kanan dan juga pada partner Silva di lini sentral pertahanan.

Bagaimana cara PSG meredam Hazard serta tampil atau tidaknya van der Wiel yang bisa memengaruhi produktivitas serangan tim akan menjadi episode menarik di pentas Eropa yang patut untuk tak dilewatkan pada minggu ini.



17.29 | 0 komentar | Read More

Matthias Sammer: Antonio Valencia Harusnya Dikartu Merah

Sammer menilai wasit harus berlaku adil seperti saat ia mengeluarkan Bastian Schweinsteiger setelah melakukan beberapa pelanggaran.


GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Direktur olahraga Bayern Munich Matthias Sammer menilai winger Antonio Valencia layak dikeluarkan dari lapangan saat timnya bermain imbang 1-1 di leg pertama babak perempat-final Liga Champions melawan Manchester United di Old Trafford, Rabu (2/4) dini hari WIB.

Valencia hanya mendapatkan sebuah kartu kuning atas ulahnya yang mengasari Jerome Boateng di babak kedua, namun ia sukses keluar dari hukuman yang lebih berat dari wasit asal Spanyol Carlos Velasco Carballo setelah melakukan beberapa pelanggaran lainnya.

Adapun, Carballo justru mengeluarkan pencetak gol Bastian Schweinsteiger setelah ia melakukan pelanggaran dan melanggar Wayne Rooney beberapa saat sebelum bubaran, yang mana bakal membuatnya absen di pertemuan kedua nanti.

"Jika Anda menerapkan standar yang sama, maka saya bingung bagaimana bisa Valencia bisa terus melanjutkan pertandingan – dia harusnya dikartu merah," ujar Sammer kepada Sky. "Jika sang wasit memiliki ketegasan, maka ia harus mempertahankannya.

"Tidak usah diragukan bahwa apa yang Schweini lakukan adalah pelanggaran, namun dengan Valencia, yang juga melakukan beberapa pelanggaran dan ulahnya yang melanggar Jerome Boateng, di level ini Anda harus menerapkan standar yang sama."


17.29 | 0 komentar | Read More

David De Gea Puas Dengan Penampilan Manchester United

De Gea merasa senang setelah mampu menahan imbang sang juara bertahan di leg pertama babak perempat-final Liga Champions.


GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Penjaga gawang David de Gea menilai penampilan Manchester United patut diacungi jempol sebagaimana tim yang ia bela berhasil menahan imbang sang juara bertahan dengan skor 1-1 di leg pertama babak perempat-final Liga Champions, Rabu (2/4) dini hari WIB.

Di pertandingan itu, United sempat unggul terlebih dahulu melalui Nemanja Vidic sebelum disamakan Bastian Schweinsteiger, yang kemudian diusir keluar dari lapangan akibat menerima kartu kuning kedua jelang bubaran.

Meski kalah dalam hal penguasaan bola, namun tim tuan rumah mampu menampilkan determinasi tinggi dan kerap merepotkan barisan belakang Bayern, yang mana membuat De Gea merasa senang.

"Kami puas. Kami bermain dengan sangat baik," ujar pemain asal Spanyol itu di laman resmi Uefa. " Kami bisa saja memenanginya. Kami juga tahu bahwa kami harus bertahan dengan baik, menutup semua ruang dan melukai mereka dengan serangan balik dan kami sempat memiliki beberapa peluang emas.

"Pertahanan kami terbilang bagus, kami membuatnya tetap rapat. Saya kira kami membuat mereka tidak nyaman," imbuhnya.


17.29 | 0 komentar | Read More

Jacksen F Tiago Janjikan Permainan Berbeda

Written By Unknown on Selasa, 01 April 2014 | 17.29

Arsitek asal Brasil ini menyatakan, para pemain sudah siap menjalani permainan berbeda melawan New Radiant.


GOALOLEH   DONNY AFRONI

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengungkapkan, ia akan menerapkan skema permainan berbeda ketika menghadapi New Radiant dalam matchday keempat Grup E Piala AFC 2014 di Stadion National, Male, Rabu (2/4)).

Menurut Jacksen, ketika mengalahkan New Radiant 3-0 dua pekan lalu, klub Maladewa itu menempuh perjalanan panjang dan melelahkan ke Jayapura, sehingga mengalami kelelahan. Kini, New Radiant menjamu tim Mutiara Hitam, dan tentunya kebugaran pemain tuan rumah lebih bagus.

"Ini akan menjadi pertandingan yang berbeda dibandingkan laga pertama. New Radiant datang ke Jayapura melalui perjalanan sangat panjang. Sekarang tentunya pertandingan akan berbeda, dan segala sesuatunya juga berbeda. Karena itu, kami melakukan pendekatan berbeda pula," ungkap Jacksen dilansir Maldives Soccer.

"Kami tahu bagaimana permainan mereka, dan mereka juga tahu permainan kami, terutama mereka sekarang punya [pelatih baru] Simon [McMenemy] yang mengetahui kekuatan kami dengan sangat baik. Ini akan berbeda, dan para pemain saya sudah siap menjalaninya."

"Kami perkirakan cuaca akan sangat panas, tapi tak masalah bagi kami. Kami siap menghadapi laga ini."

Jacksen menambahkan, jika mampu memenangi pertandingan nanti, maka akan memperlicin langkah Persipura menjuarai grup. Saat ini, Persipura memuncaki klasemen sementara Grup E dengan nilai tujuh, satu angka di depan Churchill Brothers.

"Jika kami memenangi laga, ya, kami akan ada di putaran kedua. Kami harus bertarung untuk menjadi juara grup di [tiga] laga tersisa ini," imbuh pelatih asal Brasil itu.


17.29 | 0 komentar | Read More

Julio Cesar Ingin Kembali Merumput Di Eropa

Mantan penjaga gawang QPR itu saat ini tengah menjalin komunikasi dengan raksasa Portugal, Benfica.


GOALOLEH   ERIC NOVEANTO     Ikuti di twitter

Penjaga gawang Brasil, Julio Cesar mengakui dirinya tengah menjalin kontak dengan Benfica untuk kembali mewujudkan ambisinya merumput di Eropa setelah sempat tertunda sebelumnya.

Julio Cesar saat ini memperkuat Toronto FC dengan status pinjaman dari Queens Park Rangers sejak awal Februari lalu, tepatnya usai ia menjalani musim yang buruk di Inggris.

Meski begitu, mantan kiper Internazionale ini tetap memiliki keinginan untuk berkompetisi di Eropa dan bergegas menuntaskan kepindahannya menuju Benfica.

"Benfica adalah klub besar dan akan sangat mengesankan dapat bermain untuk tim dengan sejarah besar seperti mereka," ujar Cesar dikutip Antena 1.

"Belum ada kesepakatan, namun musim depan saya dapat kembali melakukan perundingan untuk mencapai kesepakatan."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.


17.29 | 0 komentar | Read More

Modibo Diakite Ingin Bertahan Di Fiorentina

Agen Diakite menyebut sang pemain ingin tinggal di Fiorentina setelah masa peminjamannya selesai.


GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Bek Modibo Diakite disebut ingin bertahan di Fiorentina setelah sebelumnya dipinjamkan Sunderland ke klub Serie A Italia tersebut di bulan Januari hingga akhir musim nanti.

Diakite merupakan pemain The Black Cats yang didatangkan pada musim panas 2013 dari Lazio. Dan dengan posisi tim asalnya yang tengah di ambang degradasi, perwakilan Diakite, Ulisse Savini, menegaskan bahwa kliennya itu ingin menetap secara permanen setelah musim ini selesai.

"Masa depan? Kami memiliki perjanjian verbal untuk bertemu lagi setelah final Coppa Italia," ujar Savini kepada Radio Blu.

"Memang tidak ada opsi pembelian, namun itu tergantung pada nasib Sunderland, yang tengah berjuang [bertahan di Liga Primer]. Keinginan sang pemain sendiri adalah bertahan [di Fiorentina]."


17.29 | 0 komentar | Read More

Sam Allardyce Dukung Andy Carroll Masuk Skuat Piala Dunia

Performa gemilang Carroll bersama West Ham musim ini disebut Allardyce layak untuk membawanya masuk ke skuat Inggris di Piala Dunia.


GOALOLEH   ERIC NOVEANTO     Ikuti di twitter

Manajer West Ham United Sam Allardyce mendukung penuh langkah Andy Carroll untuk dapat menembus skuat Inggris yang dipersiapkan menuju Piala Dunia 2014.

Di laga pekan kemarin, Carroll tampil gemilang untuk The Hammers, berhasil membawa timnya meraih kemenangan 2-1 atas Sunderland, sekaligus mengamankan posisi dari ancaman degradasi.

Allardyce merasa optimis penyerang andalannya itu akan mampu menunjukan kapasitasnya di sisa enam laga musim ini, untuk dapat merebut perhatian Roy Hodgson sebagai pelatih timnas Inggris.

"Ada enam laga sisa dan jika Carroll mampu bermain konsisten, maka saya kira akan menjadi sulit bagi Hodgson untuk mengabaikan dirinya," ujar Big Sam dikutip Sky Sports.

"Ia masih muda dan tangguh dalam duel udara. jadi saya harap ia dapat terus tumbuh sebagai pemain yang lebih baik daripada levelnya saat ini.

"Akan sangat mengerikan bagi West Ham jika tidak memiliki Carroll di musim ini, dengan performa bainya tersebut."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.


17.29 | 0 komentar | Read More

Aleksandar Ignjovski Tinggalkan Werder Bremen Di Akhir Musim

Ignjovski akan meninggalkan Bremen setelah kontraknya habis.


GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Gelandang Aleksandar Ignjovski telah memastikan bahwa ini adalah musim terakhirnya bermain untuk Werder Bremen.

Pemain internasional Serbia itu bergabung dengan Bremen dari OFK Beograd pada 2011 menyusul musim peminjamannya di TSV 1860 Munich.

Di musim ini, pemuda berusia 23 tahun itu baru tampil 12 kali di Bundesliga dan lebih sering dijadikan pemain pelapis, yang mana membuatnya gerah.

"Saya telah memberitahu klub di hari Senin bahwa saya akan pergi pada akhir musim nanti," ujar Ignjovski kepada Bild. "Ini adalah sebuah keputusan yang sulit.

"Tujuan utamanya adalah bukan karena uang. Saya ini adalah seorang gelandang bertahan dan ingin membuktikan diri di masa depan di posisi itu.

"Saya mendapati waktu yang luar biasa di sini. Saya meyakinkan Anda bahwa saya akan memberikan segalanya di detik terakhir, sehingga Werder bisa tetap di Bundesliga."


17.29 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger