Duel di Maracana nanti akan jadi pertemuan ketujuh kedua tim di Piala Dunia, dan Goal Indonesia menyajikan catatan pertarungan mereka di enam laga sebelumnya.
Sekali lagi Jerman ditakdirkan bertemu Argentina di ajang Piala Dunia. Dalam hal ini, keduanya akan saling berhadapan di partai puncak setelah sama-sama sukses melewati berbagai rintangan.
Ini akan jadi pertemuan ketujuh buat kedua tim di putaran final, kali pertama mereka bertemu di Swedia pada 1958 dan terakhir kali di babak perempat final empat tahun lalu.
Dari enam pertemuan tersebut, Argentina hanya sekali meraih kemenangan, yang mana berbuah satu trofi juara pada 1986. Akan tetapi, tren positif dimiliki oleh Jerman yang sukses menumbangkan lawannya itu di tiga pertandingan terakhir.
Sebelum dimulainya laga final di Maracana, Goal Indonesia menghadirkan enam laga historis pertemuan kedua tim di Piala Dunia. Selamat menyimak!
| 8 Juni 1958 | Argentina 1-3 Jerman Barat |
Kekalahan tersebut pada akhirnya menjadi awal kegagalan bagi pasukan Guillermo Stabile. Meski di pertandingan kedua berhasil mengatasi Irlandia Utara, langkah mereka harus terhenti setelah dibantai Ceko Slovakia dengan skor telak 6-1 di partai terakhir babak grup. Sementara itu, Jerman tampil perkasa sebelum berakhir di semi-final setelah ditumbangkan tuan rumah Swedia 3-1.
Susunan Pemain:
Argentina: Carrizo; Dellacha, Vairo, Lombardo, Rossi; Varacka, Corbatta, Prado, Menendez; Rojas, Cruz.
Pelatih: Guillermo Stabile.
Jerman: Herkenrath; Erhardt, Juskwiak, Eckel, Syzmaniak; Stollenwerk, Rahn, Alter, Schmidt; Schaefer, Seeler.
Pelatih: Josef Herberger.
| 16 Juli 1966 | Jerman Barat 0-0 Argentina |
Bermain di Villa Park, Birmingham, di hadapan 46 ribu penonton, masing-masing tim menampilkan permainan sengit di sepanjang 90 menit. Di menit ke-65, Argentina terpaksa bermain dengan sepuluh orang pemain setelah Albrecht dikartu merah wasit.
Unggul jumlah pemain tidak lantas membuat Jerman Barat tampil leluasa. Di sisa laga, Antonio Rattin yang bertindak selaku kapten Argentina bermain cukup baik untuk meredam berbagai gempuran dari trio penyerang Jerman yang diperkuat Held, Seeler dan Haller. Hingga wasit meniupkan peluit panjang, skor kacamata tetap bertahan.
Di edisi tersebut, Jerman Barat dan Argentina keluar sebagai urutan satu dan dua di Grup 2, dengan perwakilan Eropa itu yang melaju sampai ke final dan Argentina terpaksa pulang setelah dijegal tuan rumah Inggris, yang akhirnya meraih kejayaan perdana usai menikam Jerman lewat babak perpanjangan waktu.
Susunan Pemain:
Jerman Barat: Tilkowski; Weber, Beckenbauer, Schnellinger, Schulz, Hottges; Overath, Brulls; Held, Seeler, Haller.
Pelatih: Helmut Schon.
Argentina: Roma; Rattin, Ferreiro, Marzolini, Perfumo; Albrecht, Solari; Onega, Gonzalez, Artime, Mas.
Pelatih: Juan Carlos Lorenzo.
| 29 Juni 1986 | Argentina 3-2 Jerman Barat |
Di pertandingan itu, Jose Luis Brown membuka skor untuk pasukan Carlos Bilardo di menit ke-23. Setelah jeda, Jorge Valdano meperbesar keunggulan Argentina menjadi 2-0. Tak mau kalah, Jerman Barat sempat menyamakan kedudukan berkat lesakan Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voller, namun Jorge Burruchaga beraksi sebagai pahlawan setelah golnya di enam menit terakhir merontokkan perlawanan sang rival.
Kemenangan tersebut menghadirkan trofi kedua untuk Argentina, menyusul raihan pertama pada Piala Dunia edisi 1978.
Susunan Pemain:
Argentina: Pumpido; Brown, Ruggeri, Cuciuffo, Jorge; Enrique, Batista, Giusti, Maradona, Burruchaga; Valdano.
Pelatih: Carlos Bilardo.
Jerman: Schumacher; Eder, Jakobs, Brehme, Forster, Berthold, Briegel; Matthaus, Magath; Rummenigge, Allofs.
Pelatih: Franz Beckenbauer.
| 8 Juli 1990 | Jerman Barat 1-0 Argentina |
Dengan memori pahit akan kekalahan di final empat tahun sebelumnya, Jerman yang memboyong tim terbaiknya mulai membuka peluang untuk keluar sebagai juara setelah Albiceleste kehilangan Pedro Monzon akibat kartu merah di menit ke-65.
Bermain dengan sepuluh orang pemain membuat Jerman leluasa dalam melancarkan serangan, tapi tidak ada gol yang tercipta hingga wasit Edgardo Codesal menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Roberto Sensini terhadap Rudi Voller. Tanpa cela, Andreas Brehme mengonversi kesempatan tersebut di menit ke-85 untuk membuat timnya memimpin.
Tertinggal, Argentina justru terpancing emosi dan kembali harus kehilangan satu orang pemainnya setelah Gustavo Dezotti menerima kartu kuning kedua di menit ke-87, yang seolah menjadi pelengkap kegagalan mereka di Roma.
Susunan Pemain:
Jerman Barat: Illgner; Augenthaler, Buchwald, Kohler, Berthold, Brehme; Häßler, Matthaus, Littbarski; Voller, Klinsmann.
Pelatih: Franz Beckenbauer.
Argentina: Goycochea; Simon, Serrizuela, Ruggeri; Lorenzo, Basualdo, Burruchaga, Troglio, Sensini; Maradona, Dezotti.
Pelatih: Carlos Bilardo.
| 30 Juni 2006 | Jerman 1(4)-(2) 1 Argentina |
Bermain di Olympiastadion, Berlin, Argentina menampilkan perlawanan buat kubu tuan rumah. Di menit ke-49, tim yang diarsiteki Jose Pekerman itu bahkan memperoleh keunggulan terlebih dahulu menyusul gol sundulan kepala Roberto Ayala menyambut sepak pojok Juan Riquelme.
Beruntung, Jerman memiliki seorang Miroslav Klose yang begitu tajam di lini depan. Dalam sebuah skema serangan, penyerang keturunan Polandia itu sukses menyamakan kedudukan di sepuluh menit terakhir sebelum waktu normal.
Di babak perpanjangan waktu, masing-masing kubu mengalami deadlock dan memaksa wasit Lubos Michel asal Slovakia untuk menentukan duel ini lewat adu tendangan penalti. Di babak tos-tosan, Jerman lebih taktis karena empat eksekutornya berhasil mengoyak jala Abbondanzieri, sementara Argentina harus tertunduk karena Ayala dan Esteban Cambiasso menjadi penendang yang gagal.
Susunan Pemain:
Jerman: Lehmann; Friedrich, Mertesacker, Metzelder, Lahm; Schneider, Frings, Ballack, Schweinsteiger; Klose, Podolski.
Pelatih: Jurgen Klinsmann.
Argentina: Abbondanzieri; Coloccini, Ayala, Heinze, Sorin; Mascherano, Maxi Rodriguez, Lucho Gonzalez, Riquelme; Crespo, Tevez.
Pelatih: Jose Pekerman.
| 3 Juli 2010 | Argentina 0-4 Jerman |
Bersua di Cape Town Stadium, Jerman mampu unggul cepat di menit ketiga berkat sundulan pemain muda Thomas Muller menyambut tendangan bebas Bastian Schweinsteiger. Setelah jeda, Klose memperbesar keunggulan timnya dengan memanfaatkan umpan Lukas Podoloski. Gol ketiga Jerman hadir melalui Arne Friedrich yang melakukan sliding shot memanfaatkan sodoran umpan Schweini di menit ke-74, dan pesta kemenangan anak asuh Joachim Low ditutup oleh Klose yang mencetak gol keduanya satu menit sebelum pertandingan berakhir.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak buat Argentina. Lebih dari itu, Jerman yang melangkah ke semi-final pada akhirnya harus tersisih karena ditumbangkan Spanyol, yang kemudian keluar sebagai juara di tanah Afrika.
Susunan Pemain:
Argentina: Romero; Otamendi; Demichelis, Burdisso, Heinze; Maxi Rodriguez, Mascherano, Di Maria, Messi; Higuain, Tevez.
Pelatih: Diego Maradona.
Jerman: Neuer; Lahm, Mertesacker, Friedrich, Boateng; Khedira, Schweinsteiger, Muller, Ozil; Podolski, Klose.
Pelatih: Joachim Low.
Anda sedang membaca artikel tentang
SPESIAL: Enam Laga Historis Jerman Versus Argentina
Dengan url
https://bolanasionalitas.blogspot.com/2014/07/spesial-enam-laga-historis-jerman.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
SPESIAL: Enam Laga Historis Jerman Versus Argentina
namun jangan lupa untuk meletakkan link
SPESIAL: Enam Laga Historis Jerman Versus Argentina
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar